Aswaja Hari Ketiga : Tekankan Praktik Ibadah Berbasis Fikih Annuqayah
Annuqayah - Kegiatan Pemantapan Ke-Aswaja-an dan Ke-Annuqayah-an hari ketiga MA 1 Annuqayah Putri berlangsung di aula lantai 3, Senin (11/05/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut menghadirkan pemateri KH. Muhammad Muhsin Amir untuk memaparkan topik “Beribadah dengan Fikih Annuqayah”, yang dipandu oleh moderator Bapak Noer Mustofa. Beliau, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa tema tersebut sangat penting bagi siswa kelas akhir agar memiliki pemahaman ibadah yang benar sebelum terjun ke tengah masyarakat.
Dalam penyajiannya, KH. Muhammad Muhsin Amir menegaskan bahwa fikih Annuqayah bukan sekadar kumpulan hukum ibadah, melainkan cara beragama yang memadukan ketepatan syariat, adab, serta kesinambungan sanad keilmuan pesantren. Menurut beliau, ibadah tidak cukup hanya sah secara hukum, tetapi juga harus dilandasi keikhlasan dan tata cara yang benar sesuai tuntunan ulama. “Fikih Annuqayah mengajarkan keseimbangan antara ilmu, adab, dan praktik. Santri tidak hanya dituntut mengetahui hukum, tetapi juga mampu mengamalkannya dengan penuh ketawadhuan,” ungkap beliau.
Dalam materi tersebut, pemateri menjelaskan beberapa pokok penting terkait praktik ibadah sehari-hari, juga menekankan bahwa tradisi ibadah di lingkungan Annuqayah merupakan hasil ijtihad dan bimbingan para masyayikh yang harus dijaga keberlangsungannya. Menariknya, sesi penyajian tidak hanya berlangsung dalam bentuk ceramah, tetapi juga disertai praktik langsung tata cara shalat. Beliau mempraktikkan gerakan-gerakan shalat yang benar sesuai tuntunan fikih Annuqayah, mulai dari posisi berdiri, rukuk, sujud, hingga bacaan-bacaan tertentu yang sering menjadi perhatian santri.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri. Beberapa siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan persoalan praktik ibadah yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa kelas akhir MA 1 Annuqayah Putri semakin mantap dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai keaswajaan dan keannuqayahan, khususnya dalam praktik ibadah yang sesuai dengan tradisi keilmuan pesantren Annuqayah (Tim_Humas)
Comments (0)
Leave A Comment