Bawakan Humor Khas Pesantren, Lailatul Ma’wa AJ Juara III Lomba Stand Up Comedy PCNU Sumenep

Lailatul Ma’wa AJ, siswi delegasi MA 1 Annuqayah Putri, berhasil meraih Juara III dari 10 finalis Lomba Stand Up Comedy yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep pada Jumat, 23 Oktober 2026, di depan Labang Mesem Sumenep.

​Tampil percaya diri di atas panggung, Ma’wa membawakan materi komedi tunggal yang mengangkat realitas dan dinamika kehidupan di pondok pesantren. Dengan gaya penyampaian yang renyah dan penuh humor segar, ia sukses memukau dewan juri serta mengocok perut para hadirin.

​Sejak awal penampilan, Ma’wa langsung membuka pertunjukan dengan sapaan hangat dan celetukan menggelitik. Ia berseloroh mengenai wibawa dewan juri yang "melebihi CEO batu giok dari Korea", sebelum menegaskan rasa bangganya berdiri sebagai seorang santri.

​Dalam materinya, ia membedah berbagai sisi kehidupan pesantren. Mulai dari kamar santri berkapasitas puluhan orang yang diibaratkan seperti antrean wahana permainan, suasana malam penuh "orkes" dengkuran, hingga suka duka menghadapi dinamika santri seperti kutu rambut dan cobaan antrean kamar mandi di pagi hari.

​Tak ketinggalan, ia juga menyinggung fenomena klasik yang sangat akrab di dunia pesantren, yaitu "misteri hilangnya sandal jepit" atau tradisi ghashab, yang dibawakannya dengan analogi jenaka namun tetap sarat pesan moral.

​Di balik deretan humor dan kisah kocak yang dibawakan, siswa kelas XII MIA 1 itu menyelipkan pesan mendalam tentang nilai-nilai kemandirian, adab, serta ketangguhan mental yang ditanamkan di lembaga pesantren.

​"Santri hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang otaknya sekelas profesor, tapi hatinya tetap selembut hamparan sajadah," tuturnya yang disambut tepuk tangan riuh dari penonton.

​Penampilannya ditutup secara manis dengan nyanyian lagu nostalgia Suasana di Kota Santri serta permohonan maaf atas candaan yang disampaikannya.


Comments (0)

Leave A Comment

Kontak Kami Whatsapp