Lailatul Ma’wa Aj, Siswi MA 1 Annuqayah Putri Masuk 10 Finalis Stand Up Comedy Santri PCNU Sumenep

Prestasi diukir oleh siswi MA 1 Annuqayah Putri. Lailatul Ma’wa Aj berhasil melangkah hingga ke babak 10 besar dalam ajang Lomba Stand Up Comedy yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

Pencapaian tersebut terkesan mengejutkan bagi Ma'wa karena ia mengaku tidak punya pengalaman sebelumnya di bidang komedi tunggal.

"Hanya karena temanya 'Dakwah Lewat Tawa' dan saya punya kemampuan dasar dai, maka saya ikut dengan hanya membuat materi dakwah yang lucu," ungkapnya.

​Sebagai salah satu 10 finalis, Ma’wa bersama finalis lainnya mengikuti sesi pembekalan materi yang digelar oleh panitia lomba di Kantor PCNU Sumenep, Selasa (20/10/2026). Mengikutinya untuk memantapkan diri sebelum tampil membawakan materi utama di panggung final.

"Ternyata rumit," ungkapnya usai pembekalan.

Wakil Kepala Bagian Kesiswaan yang sekaligus pendamping peserta lomba dari MA 1 Annuqayah Putri, Neng Zilvia Jamielah, menyampaikan bahwa lantaran seni stand up comedy terbilang sebagai hal baru di lingkungan pesantren dan madrasah, sesi pembekalan menjadi momentum untuk mengenal lebih baik komedi tunggal.

​Dalam sesi pembekalan, para finalis dibekali pemahaman dasar hingga teknik penyusunan materi komedi yang efektif, mulai dari penentuan premis, timing, hingga punchline.

​"Yang ditekankan penyaji, kalau bikin materi, salah satu yang penting adalah yang relate dengan penonton, biar jokes-nya nyampe. Pemilihan punchline juga perlu hati-hati karena itu puncak komedi dan harus tetap nyambung dengan tema utama," jelasnya.

​Ketika ditanya mengenai materi yang akan dibawakan Ma'wa, ia menyampaikan bahwa materi tersebut masih disimpan rapat sebagai kejutan untuk penampilan di babak final mendatang. Hanya saja tema besarnya tetap "Dakwah Lewat Tawa".

​Meskipun sempat menghadapi kendala karena masih asing dengan konsep dasar komedi tunggal, semangat Ma'wa tetap tinggi. ​Pihak MA 1 Annuqayah Putri memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatannya dalam ajang itu.

​Menurut Neng Zilvia, kegiatan itu dinilai tidak hanya efektif mengasah kreativitas siswa melalui media yang menarik, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam yang kreatif.

​Lebih jauh, "Kegiatan ini juga bisa jadi media inspiratif yang bisa diadopsi untuk dikembangkan di lingkungan internal," harapnya.


Comments (0)

Leave A Comment

Kontak Kami Whatsapp