Science Day: Dorong Siswa MIA Kembangkan Keunggulan Ilmiah
Annuqayah- Science Day adalah program kerja tahunan Himpunan Siswa Peminatan (HSP) Matematika dan Ilmu Alam (MIA). Science Day sendiri adalah hari di mana seluruh siswa diajak untuk mengeksplorasi fenomena ilmiah melalui berbagai eksperimen interaktif, kompetisi inovasi, dan pameran karya teknologi yang bertujuan untuk menumbuhkan nalar kritis serta kreativitas di luar jam pelajaran kelas konvensional.
Pada Selasa, 14 April 2026, Kegiatan Science Day resmi dibuka di halaman Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri pada Selasa (14/4) pukul 13.30 hingga 14.30 WIB. Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah, pembina 4 HSP, panitia, serta seluruh siswa peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIA). Acara ini dirancang sebagai wadah bagi para siswa MIA untuk membuktikan bahwa sains bukan sekadar teori di dalam buku, melainkan solusi nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengusung semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang unggul dalam bidang literasi sains dan siap menghadapi tantangan era teknologi masa depan.
Ketua Science Day periode 2025/2026, Intan Nur Aini, dalam sambutannya mengajak seluruh siswa MIA untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari ke depan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan siswa sebagai bentuk pengembangan potensi akademik dan kreativitas di bidang sains. “Kami berharap seluruh siswa peminatan MIA dapat mengikuti seluruh rangkaian acara Science Day ini dengan semangat dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah, Moh. Khalili KN, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar setiap Himpunan Siswa Peminatan (HSP) memiliki ciri khas atau keunggulan keilmuan yang dapat dibanggakan. Beliau menegaskan bahwa siswa MIA diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah (problem solving), kemampuan analisis yang baik, serta ketelitian yang tinggi. Selain itu, siswa juga dituntut menguasai metode ilmiah, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memiliki kemampuan manajemen risiko. “Setiap HSP harus memiliki brand atau keilmuan yang menjadi keunggulan. Untuk HSP MIA, kemampuan ilmiah harus benar-benar ditonjolkan dan dikembangkan,” tegasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama. Adanya kegiatan ini , diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat ilmiah di lingkungan madrasah. (Nay_la)
Comments (0)
Leave A Comment